Pernah nggak sih ngerasa, tiba-tiba satu gaya fashion ada di mana-mana? Pagi-pagi liat di FYP, siangnya temen kantor udah pake, malemnya feed Instagram penuh. Juni 2026 emang lagi panas banget sama fenomena fashion yang unik. Ada yang nostalgic kayak sepatu plastik warna-warni jaman SD, tapi ada juga yang angkat budaya tradisional jadi streetwear keren. Dua tren yang keliatan beda banget ini lagi sama-sama menggila, dan gue penasaran: apa sih benang merahnya?
1. Jelly Girl Summer: Balik ke Jaman SD dengan Gaya Lebih Matang
Inget nggak sepatu plastik bening atau warna-warni yang dulu kamu pake pas kecil? Nah, itu balik lagi. Tapi kali ini bukan cuma buat main di kolam renang. Jelly Girl Summer lagi menggila di 2026, dari runway sampai trotoar .
Yang bikin fenomena ini makin gede adalah kemunculan tas “jelly firkin”—versi murah dari tas Birkin yang dibuat dari PVC transparan lembut dalam berbagai warna pastel. Tas ini tiba-tiba viral di TikTok, membanjiri feed dengan video unboxing dan styling . Brand-brand kayak Melissa, Jacquemus, dan Chloé ikutan ngeluarin produk berbahan PVC—dari mules, kitten heels, sampai sandal dengan siluet skulptural .
Kenapa Ini Bisa Viral?
Setelah bertahun-tahun didominasi sama “quiet luxury” dan palet warna yang sengaja diredupkan, Jelly Girl hadir sebagai angin segar yang berani berwarna dan playful . Ini bukan cuma soal fashion—ini tentang nostalgia dan pelarian dari keseriusan. Dan yang bikin lebih menarik: versi 2026-nya jauh lebih nyaman daripada sepatu plastik jaman dulu. Us Weekly nemu pilihan jelly shoes dengan harga mulai dari $15 yang terbukti “surprisingly wearable” buat berbagai kesempatan .
2. Tang Jacket: Saat Warisan Budaya Jadi Tren Global
Di sisi lain yang hampir bertolak belakang, ada tren yang datang dari akar budaya yang dalam: Tang Jacket. Jaket sportswear bergaya tradisional Tiongkok yang pertama kali diluncurkan Adidas Originals di Shanghai Fashion Week Oktober 2025 ini tiba-tiba menjadi fenomena global .
Ciri khasnya langsung dikenali: kerah Mandarin, kancing “frog” atau kancing simpul tradisional, dan siluet yang bersih . Awalnya cuma dijual di China, tapi dalam hitungan bulan jadi incaran global. Video TikTok “POV: your dad just came back from China” yang nunjukkin seorang pria membagikan jaket warna-warni ke keluarganya udah ditonton lebih dari 9,5 juta kali . Di platform reseller kayak StockX, harganya melonjak hingga $488 .
Kenapa Ini Bisa Viral?
Tang Jacket nggak cuma soal fashion—ini adalah bagian dari gelombang besar yang disebut “xinzhongshi” atau “New Chinese Style” . Fenomena ini mencerminkan pergeseran di mana budaya Tiongkok nggak lagi hanya menjadi objek apresiasi, tapi menjadi sumber kreativitas yang diakui secara global . Ini juga nyambung sama tren “Chinesemaxxing” di TikTok, di mana Gen Z posting apresiasi mereka terhadap budaya, kuliner, dan teknologi China .
3. Tren Lain yang Juga Menggila
Selain dua tren utama di atas, ada beberapa gaya lain yang juga naik daun di 2026:
Zebra Print yang Berani
Di Miami Swim Week 2026, animal print—terutama zebra print—jadi sorotan. Bukan cuma hitam-putih klasik, tapi juga versi berwarna kayak fuchsia dan lime .
Psychedelic Print: Maximalism yang Balik Lagi
Setelah Pucci-girl summer tahun lalu, swirls warna-warni ala Pucci dan Missoni balik lagi di 2026. Maximalism kembali dalam versi paling berani .
Sandwich Rule: Hack Styling yang Sederhana Tapi Efektif
Bukan tren fashion dalam arti “pakaian”, tapi ini styling hack yang lagi viral di TikTok. Konsepnya: matching warna atasan dan sepatu (jadi “roti”), dengan bawahan warna beda (jadi “isi”). Sederhana, tapi banyak yang bilang ini “mengubah hidup” mereka dalam berpakaian .
4. Dua Sisi dari Tren yang Sama
Yang menarik dari Jelly Girl dan Tang Jacket adalah bagaimana keduanya mencerminkan pergeseran yang lebih besar dalam cara Gen Z melihat fashion.
Jelly Girl adalah tentang pelarian: dari keseriusan, dari tekanan buat terlihat “dewasa”, dan dari palet warna yang membosankan. Ini adalah pemberontakan lewat nostalgia dan playfulness.
Tang Jacket adalah tentang identitas: pencarian akan makna di balik pakaian, pengakuan terhadap warisan budaya, dan keinginan buat terhubung dengan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar tren .
3 Kesalahan Saat Mengikuti Tren Fashion Viral
- Cuma Ikut-ikutan Tanpa Paham Konteks: Sebelum pakai Tang Jacket, pahami bahwa ini bukan sekadar jaket keren—ini adalah bagian dari budaya dan sejarah. Begitu juga Jelly Girl—ini tentang merayakan nostalgia, bukan sekadar ikut tren.
- Mengabaikan Kenyamanan: Jelly shoes mungkin keliatan aesthetic, tapi pastiin kamu pilih yang nyaman dipakai seharian .
- Terjebak FOMO dan Boros: Beli barang cuma karena viral, padahal nggak cocok sama gaya hidupmu. Pilih tren yang beneran nyambung sama identitas kamu.
Tips Jadi “Trenster” yang Kritis
- Mix and Match: Kamu nggak harus full jelly atau full tang. Coba padukan sandal jelly dengan jeans simpel, atau jaket tang dengan rok midi.
- Belanja dengan Bijak: Banyak brand lokal mulai mengadopsi elemen-elemen tren ini—kamu bisa dukung ekonomi kreatif Indonesia sambil tetap stylish.
- Jadikan Tren Sebagai Inspirasi: Fashion adalah tentang ekspresi diri, bukan tentang validasi. Pilih elemen tren yang terasa “kamu”, bukan yang paling viral.
Kesimpulan: Dua Wajah Fashion 2026
Jadi, apa yang sebenernya terjadi di balik Jelly Girl Summer dan Tang Jacket? Ini bukan cuma dua tren yang kebetulan viral bersamaan. Ini adalah cerminan dari dualitas generasi kita: di satu sisi ingin melarikan diri ke masa kecil yang penuh warna dan bebas beban, di sisi lain ingin terhubung dengan akar dan identitas yang lebih dalam .
Fashion 2026 bukan tentang memilih satu sisi—ini tentang merangkul keduanya. Kamu bisa pakai sandal transparan hari ini, dan jaket bernuansa tradisional besok. Karena pada akhirnya, fashion adalah bahasa yang kita gunakan untuk bercerita tentang siapa kita. Dan di 2026, cerita itu bisa menjadi lebih kaya, lebih berwarna, dan lebih bermakna dari sebelumnya.